Sabtu, 21 Juli 2018

MENDEKATKAN TANGAN DENGAN OTAK


Inilah iklan yang saya tawarkan kepada Anda sebelum kita bicara lebih jauh tentang penulisan kreatif. Bunyinya begini: Anda ingin mengembangkan kreativitas? Dekatkan tangan Anda dengan otak Anda. Di antara anggota tubuh yang lain, tangan adalah alat tubuh yang paling dekat hubungannya dengan kreativitas isi kepala kita. 

Otak kita merancang sesuatu, dan tangan kita yang mengerjakannya, kecuali mungkin pemain sepakbola, sepak takraw, atau pemain sepak-sepak lainnya. Namun di luar lapangan, para penyepak itu tetap mengerjakan apa yang ada dalam pikiran mereka dengan tangan juga. Seorang petani berpikir bagaimana cara terbaik mengolah tanahnya, dan tangannyalah yang mewujudkan apa dia pikirkan. Tangan itu menggenggam gagang cangkul dan mengayunkannya. Tanganlah yang menggemburkan tanah dan menyiramkan rabuk agar tanah yang keras menjadi subur. Tanganlah yang mengguyurkan air ke tanaman di dalam pot. 

Seorang pemburu, dari zaman kapan pun, berangkat dari rumah dengan pikiran untuk memperoleh buruan yang paling memuaskan. Tangannyalah yang merentangkan busur, melepaskan anak panah, atau menembakkan peluru ke arah sasaran. Jika lapar, Anda berpikir untuk segera makan, dan tangan Andalah yang menyuapkan nasi ke mulut. Karena itu, beri kesempatan kepada tangan Anda untuk melakukan apa yang memang menjadi kesukaannya. Jangan membiarkannya menjadi penganggur, kasihan ia. Jika Anda betul-betul ingin menulis, beri tangan Anda pena, beri ia kesempatan menekan tuts mesin ketik atau keyboard komputer Anda, biarkan ia menjalin kerja sama dengan otak. Seorang penulis—saya tak ingat namanya—menyatakan, kira-kira begini: "Tulis apa saja yang ada dalam pikiran Anda, dan segala yang berkecamuk di dalam pikiran itu akan menemukan jalan keluar: Ketika kita menulis, katanya, "Tangan kita melakukan sesuatu dan, sebagai sahabat karib dari otak, ia akarn tahu cara mewujudkan apa yang ada di pikiran kita." 

Jika Anda bukan seorang penulis, atau tidak ingin berprofesi sebagai penulis, tetaplah menulis. Akrabkan tangan Anda dengan otak Anda. Sebab, apa yang ditulis oleh tangan Anda adalah langkah pertama yang akan mewujudkan apa yang ada di kepala Anda. Albert Einstein, ilmuwan yang namanya paling dikenal sepanjang abad kedua puluh, tidak pernah kita kenal sebagai seorang penulis Namun sepanjang hidupnya ia telah menulis tidak kurang dari dua ribu makalah. Dan dengan menulis itu, ia menuangkan segala kemungkinan yang kemudian melahirkan teori-teori besarnya. Orang lain lagi, Muhammad Ali, petinju kelas berat yang paling memukau, juga selalu menulis dan membacakan puisi yang ia buat untuk mengejek calon lawannya sebelum pertandingan. Biasanya ia meramalkan, dengan cara jenaka, pada ronde keberapa lawannya akan dijatuhkan. Ketika Anda menulis, otak Anda merekam dengan baik setiap gagasan Anda dan dengan demikian Anda tak mudah sesat dan tak akan kehilangan ilham. Menekuni disiplin ilmu apa pun, Anda perlu menulis agar otak Anda makin terasah, agar Anda tak kehilangan jejak atas segala yang telah Anda pelajari.

Sumber: Creative Writing, A.S. Laksana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar