Inilah iklan yang saya tawarkan
kepada Anda sebelum kita bicara lebih jauh tentang penulisan kreatif. Bunyinya
begini: Anda ingin mengembangkan kreativitas? Dekatkan tangan Anda dengan otak
Anda. Di antara anggota tubuh yang lain, tangan adalah alat tubuh yang paling
dekat hubungannya dengan kreativitas isi kepala kita.
Otak kita merancang sesuatu, dan
tangan kita yang mengerjakannya, kecuali mungkin pemain sepakbola, sepak
takraw, atau pemain sepak-sepak lainnya. Namun di luar lapangan, para penyepak
itu tetap mengerjakan apa yang ada dalam pikiran mereka dengan tangan juga.
Seorang petani berpikir bagaimana cara terbaik mengolah tanahnya, dan
tangannyalah yang mewujudkan apa dia pikirkan. Tangan itu menggenggam gagang
cangkul dan mengayunkannya. Tanganlah yang menggemburkan tanah dan menyiramkan
rabuk agar tanah yang keras menjadi subur. Tanganlah yang mengguyurkan air ke
tanaman di dalam pot.
Seorang pemburu, dari zaman kapan
pun, berangkat dari rumah dengan pikiran untuk memperoleh buruan yang paling
memuaskan. Tangannyalah yang merentangkan busur, melepaskan anak panah, atau
menembakkan peluru ke arah sasaran. Jika lapar, Anda berpikir untuk segera
makan, dan tangan Andalah yang menyuapkan nasi ke mulut. Karena itu, beri
kesempatan kepada tangan Anda untuk melakukan apa yang memang menjadi
kesukaannya. Jangan membiarkannya menjadi penganggur, kasihan ia. Jika Anda
betul-betul ingin menulis, beri tangan Anda pena, beri ia kesempatan menekan
tuts mesin ketik atau keyboard komputer Anda, biarkan ia menjalin kerja sama
dengan otak. Seorang penulis—saya tak ingat namanya—menyatakan, kira-kira
begini: "Tulis apa saja yang ada dalam pikiran Anda, dan segala yang
berkecamuk di dalam pikiran itu akan menemukan jalan keluar: Ketika kita
menulis, katanya, "Tangan kita melakukan sesuatu dan, sebagai sahabat
karib dari otak, ia akarn tahu cara mewujudkan apa yang ada di pikiran
kita."
Jika Anda bukan seorang penulis, atau
tidak ingin berprofesi sebagai penulis, tetaplah menulis. Akrabkan tangan Anda
dengan otak Anda. Sebab, apa yang ditulis oleh tangan Anda adalah langkah
pertama yang akan mewujudkan apa yang ada di kepala Anda. Albert Einstein,
ilmuwan yang namanya paling dikenal sepanjang abad kedua puluh, tidak pernah
kita kenal sebagai seorang penulis Namun sepanjang hidupnya ia telah menulis
tidak kurang dari dua ribu makalah. Dan dengan menulis itu, ia menuangkan
segala kemungkinan yang kemudian melahirkan teori-teori besarnya. Orang lain
lagi, Muhammad Ali, petinju kelas berat yang paling memukau, juga selalu
menulis dan membacakan puisi yang ia buat untuk mengejek calon lawannya sebelum
pertandingan. Biasanya ia meramalkan, dengan cara jenaka, pada ronde keberapa
lawannya akan dijatuhkan. Ketika Anda menulis, otak Anda merekam dengan baik
setiap gagasan Anda dan dengan demikian Anda tak mudah sesat dan tak akan
kehilangan ilham. Menekuni disiplin ilmu apa pun, Anda perlu menulis agar otak
Anda makin terasah, agar Anda tak kehilangan jejak atas segala yang telah Anda
pelajari.
Sumber: Creative Writing, A.S. Laksana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar